Modern Culture Japan + Indonesia, and otaku hobby related stuff
Header image
Ragnarok Online 2

Ragnarok Online 2

Ragnarok Online, salah satu game Online yang terpopuler di hampir semua benua. Game ini bahkan masih tetap dimainkan di Indonesia, meski pun ada dalam private server.

Seperti yang sudah di perkirakan sebelumnya, Developer Ragnarok akhirnya membuat sekuel dari Ragnarok, dengan judul Ragnarok 2: Legend of the Second. Sebelumnya ada Ragnarok 2: Gate of the World, tapi desain ini sepertinya tidak lagi dijadikan sekuel Ragnarok.

Nah, langsung saja.
Sejak dibukanya CBT (Closed Beta Testing) untuk server Ragnarok Online 2 wilayah Asia Tenggara, seperti yang sudah gue duga sebelumnya. Server langsung dibanjiri pemain, termasuk Indonesia.

Tapi apa daya, mendadak nyaris bebarengan dengan pengumuman jadwal baru OBT (Open Beta Testing), dengan alasan masalah lisensi, pihak Asiasoft selaku pemegang lisensi server Asia Tenggara mengeluarkan Indonesia dan Philipina dari daftar negara Asia Tenggara.

Keputusan ini menyebabkan RAGE luar biasa besar dari para pemain.

Halaman FB Ragnarok Online 2 langsung dibanjiri komentar yang mayoritas berisi keluhan, cemohan, dan tuduhan dari para pemain hingga mencapai 7.000 post lebih.

Alasan dari pemblokiran ini adalah masalah lisensi.

Perlu diketahui, Lyto adalah pemilik Lisensi dari Ragnarok Online di Indonesia, namun hingga sekarang belum ada berita resmi apakah Lyto akan melisensi RO2 juga atau tidak (sejauh yang gue tau, kalo emang udah ada berita resmi, tolong kasih tau gue).

Sementara berita akan adanya server Lokal di Phillipina, tapi belum ada berita untuk Indonesia.

Tapi, meskipun di Indonesia akan ada yang melisensi, bukan ini permasalahannya.

Ketidak transparan an pihak publisher wilayah Asia Tenggara lah yang menyebabkan Rage ini.
Kalau saja sejak awal publisher memberitahu jika pemain Indonesia dan Philipina hanya bisa mengakses server SEA saat CBT saja, maka tidak akan terlalu banyak kemarahan dari para pemain. Dan pemain tidak akan merasa dihinanati.

Lantas, apakah yang menyebabkan masalah lisensi ini baru di beritahukan sekarang?

Ada beberapa dugaan.
Pertama, jika masalah lisensi ini diumumkan jauh jauh hari maka jumlah pemain yang mengakses server CBT dan OBT akan berkurang drastis. Akibatnya akan mengurangi persentasi yang dibutuhkan untuk mentest seberapa banyak jumlah pemain yang bisa ditampung didalam satu server sampai akhirnya server menjadi crash.

Ini sangat penting, karena berhubungan dengan berapa jumlah server yang harus disiapkan untuk mengantisipasi hal ini.
Jika publisher memberitahukan masalah lisensi ini dari awal maka jumlah beta tester kemungkinan akan berkurang, akibatnya data menjadi tidak akurat.

Karena hal ini, maka pemain  sengaja tidak di beritahu masalah ini.

Kedua, baru diketahui kalau lisensi Asia Tenggara tidak meliputi Philipina dan Indonesia karena kedua negara ini sudah memiliki perusahaan yang melisensi RO2. Akibatnya, publisher wilayah Asia Tenggara tidak bisa membuka akses server terhadap kedua negara ini.
Tapi kemungkinan kedua ini sangat kecil, karena perusahaan mana yang begitu bodoh sampai tidak menyadari masalah lisensi ini dari awal.

Ketiga, interfensi pemegang lisensi RO2 di Philipina dan Indonesia lah yang menyebabkan masalah ini.
Saat sebuah game dilisensi untuk satu region, tentunya si pemilik lisensi tidak mau kalau player lokal sampai memainkan game diluar region mereka.

Ini sama halnya dengan game console, dimana console dan game nya dikunci dengan region agar tidak menimbulkan persaingan bisnis antar region dengan game yang sama karena model bisnis dan kebijakan dalam penerapan harga belum tentu sama antara region satu dengan yang lainnya.

Jika memang Indonesia dan Philipina tidak masuk kedalam region yang dinaungi Asiasoft maka tidak seharusnya Asiasoft memakai istilah SEA (South East Asia/Asia Tenggara, kalaupun tidak memakai istilah SEA maka harus ada konfirmasi dan tidak membiarkan hal ini begitu saja). Tidak seharusnya publisher menyembunyikan masalah ini, karena para pemain dari Indonesia dan Philipina ini akan merasa dihianati dan tidak dihargai.

 

Lantas bagaimana dengan nasib Indonesia? Apakah RO2 akan masuk ke Indonesia? Jawabnya, YA (kemungkinan besar). Cepat atau lambat game ini akan masuk ke negara kita, meski dengan insiden yang tidak mengenakkan seperti ini.
Permasalahannya sekarang bukan siapa yang akan membawanya (meski gue bisa tebak perusahaannya), tapi bagaimana si pelisensi dari RO2 di Indonesia ini akan memanajemen game ini?

Jika game ini dipegang dengan manajemen yang buruk, maka game ini hanya akan menjadi game yang numpang lewat saja.

Dari rumor yang gue dengar, pertengahan tahun 2013 mungkin RO2 akan masuk ke Indonesia (mungkin).
Kalaupun itu benar, apakah RO2 Indonesia akan memulai dengan expansion pack terkini? Atau mulai dari awal dan ketinggalan dengan negara lainnya?

Perlu dipahami, yang gue sebut diatas adalah salah satu penyebab sebuah game online hanya menjadi game numpang lewat.
Ambil contoh saja, Ragnarok Online. Kita sudah sangat ketinggalan dengan Korea, sementara Korea sudah expansion pack ke 6, mungkin kita baru masuk expansion pack ke 3 atau 4. Sekali lagi ini hanya contoh (diambil dari fakta yang ada juga sih).

Nah, dengan adanya hal ini, ada dua masalah potensial yang akan muncul:

Pertama, test server sakray menjadi tidak berguna sama sekali di Indonesia. Sekarang dipikir saja secara logis, jika di Korea sudah expansion pack 6, dan kita baru masuk expansion pack 4 di Sakray, untuk apa lagi perlu test server. Di korea semua bug atau masalah di expansion 4 sudah pasti diselesaikan, karena mereka sudah masuk ke episode 6.

Inilah penyebab test server sakray kurang diminati pemain Indonesia. Esensialnya, sebuah test server adalah server yang digunakan oleh pemain untuk mentest suatu fitur dan melaporkan bug yang muncul. Tapi jika sudah ada update fix dari Korea, buat apa lagi melakukan test?

Kedua, sudah menjadi sifat orang untuk penasaran akan suatu hal. Ini juga terjadi pada game online.
Masih menggunakan contoh diatas, jika kita mengetahui di Korea sudah masuk expansion 6 sementara di negara kita baru masuk expansion 4, apakah kita tidak akan penasaran untuk mencobanya?

Sudah pasti penasaran dan ingin mencoba.

Ini adalah salah satu penyebab kenapa private server Ragnarok begitu menjamur (selain bocornya Engine RO). Sementara server resmi kita masih berkutat dengan expansion 4, private server sudah masuk dengan expansion 6. Pemain sudah mentest, dan bisa membuat keputusan mengenai build, ataupun rencana lainnya yang akan mereka lakukan saat expansion 6 masuk.

Masalahnya, keinginan memainkan expansion 6 di server resmi semakin lama akan semakin menghilang karena server resmi butuh waktu untuk implementasinya (baca: penjadwalan). Karena jadwal yang terlalu lama dan tidak ada perkiraan akan mengejar expansion yang terbaru, maka hilang sudah keiinginan pemain bermain di server resmi dan akhirnya memutuskan tetap bermain di Private Server.
Yang gue tulis diatas tentunya bukan keseluruhan dari semua masalah yang ada. Gue hanya tulis apa yang menjadi point penting dalam pandangan gue.

Menurut gue, kalaupun Ragnarok Online 2 pada akhirnya masuk Indonesia maka siapaun pelisensinya diharapkan:
1. Melakukan manajemen yang baik, investasikan dana untuk membuat planing yang bagus dan berguna dalam memanajemen game ini.

2. Saat game ini masuk, maka sebaiknya langsung masuk ke expansion pack terbaru. Atau setidaknya, gunakan penjadwalan yang pasti yang memberikan gambaran pada pemain kalau game ini akan mengejar ke expansion pack dengan sangat cepat agar RO2 di Indonesia tidak selalu ketinggalan dengan Korea.

3. Pemain adalah aset yang paling berharga. Jadi perlakukan mereka dengan sebaik-baiknya, terutama para pemain yang memang bermain dengan benar. Gagal melakukan ini maka apa yang terjadi sekarang ini akan terulang lagi, dan mungkin akan lebih parah lagi.

Jangan lupa, kalau game ini sifatnya Free to Play maka pemain yang merasa dihianati akan mudah berhenti dan pindah ke game lain. Jika game ini sifatnya Pay to Play, maka pihak perusahaan punya tanggung jawab terhadap para pemain ini, karena pemain sudah membayar dan mengharapkan service yang baik.

 

The reason why I bought this game is… On sale for a dead cheap price :D

bALLISTIC oPENING sCREEN

I actually know about this game a year ago, but my interest still on hold because I was busy doing something else. Then, when I start to reopen my old game project, I decided to get some simple shooting game for a reference.

My first try is Waves, the demo version is available on Steam so I give a shot. After several times playing this game, I decided if I like it and about to hit the buy button. But then, I remember if I currently playing on a Cyber Cafe, with high spec CPU, while in my home, I only got low end laptop.

So I go back at home, fire up the installation, but only to find out if this game is run for… 1 frame per second… (or something like that)

I was like WTF?! This is just a simple game with full of circles and spheres! Why it wont run in my laptop?! I was wondering for several minutes and my programmer mind start to kick in “I need to find the Game Engine of this game!”

So, it turn out, Waves is using UDK. Damn, this Game Engine already scared me off few weeks ago because when I’m about to download this Engine, it shows me 1.5 Giga Bytes file size. Wow, I’m not going to download this Game Engine, no matter how good this Engine.

Then Unity came to me, and surprisingly I remember about Ballistic. “Wait, isn’t Ballistic is developed using Unity? Unity is run in decent speed in my laptop! Ow shit, Ballistic’s on sale…!”

Ballistic and Waves is a same type of game. A twin stick shooter, or I usually called as a “shooting 360 degree”. You need to use two sticks (that’s why it called Twin Stick), or just a keyboard and mouse. Use your WASD key to move your ship/ball/character/whatever and your mouse to aim your bullet.

The good point of Wave is, the music. Man, I love the music! Also, there’s a thin laser beam pointing outward from your ball in Waves. This is actually help me a lot to figure it out were is my mouse pointing at. Because, when so many object spawning around you, you might not have any moment to look at your mouse cursor position.

Waves mouse cursor also will follow your ball movement. It mean, when you moved your ball, as long as you did not move your mouse, the cursor position will move along with the ball.

tHE gAME

And what about Ballistic?

Ballistic, surprisingly, harder than Waves in term of gameplay. But at the same time, it got a nice feature. Unlike Waves, Ballistic got weapon customization. You can choose a weapon enhancement, for example: Rapid Fire. This will make you shots more bullets than normal. Or, a Homing Bullet, this will make your bullets flying toward your target and you don’t have to aim it at all.

Beside the price tag (that currently on sale), I find out, if Ballistic is not using account session to play this game. Basically, after you purchase the game, download and install, you can play the game without the need to log in to your account. You can move the game from one computer to another without being bothered with account authorization.

Oh, when I said, move the game, it mean I moved the game. Not copying the game from one CPU to another, that’s piracy.

The only annoying thing in ballistic is, no beam guide. And the mouse cursor did not move along with the ball. Other than that, everything is good. I recommended this game for all of you who got low spec CPU, and love challenge

Update: The mouse cursor in Ballistic can be configured to follow the ball. This is good :)

 

While I’m waiting for the card’s illustration. I was doing another thing, many moon ago, I was in passionate with Game Programming. But since I got lack of computer spec and suitable Game Engine, I just let my interest is sleeping for good.

But now, I just met with promising Game Engine. This Game Engine is Unity3D, while I can’t say if this one is the best (because lack of several basic features that I need, and those features are supposed to be available), but currently, this Game Engine is my choice.

Vertical Shooting Milestone

I’m not going to tell you about how great this Engine is, because this post is not a Game Engine review. Instead, I’m showing you my milestone of the game.

My Game Project is a vertical shooting game. This game is similar to Touhou, Mushihime Sama, Raiden, etc.  Of course, my game is not as good as those title, but at least, I can try to make it better.

Currently, I’m still dealing about the Game Pausing glitch. I hit the pause button but  the character (the white sphere) still moving when I push arrow key on my keyboard.

Note: Chuw Chuw Chuw is how I interpret the sound of laser into a word :D