Artikel ini seharusnya sudah publish 9 bulan lalu. Karena gue sibuk dan juga suka lupa, oh well… better late than nothing…

Nama Corsair dikenal udah lumayan lama di kancah periperal komputer. Gue mengenal Corsair dari produk RAM dan PSU nya.

Corsair Strafe adalah keyboard mekanik keluaran Corsair yang bisa dibilang ada di strata ekonomisnya. Yaah itu kalo dibandingin ama produk keyboard mekanik Corsair lainnya.

Corsair Strafe

Corsair Strafe

Meski gue bilang ekonomis, keyboard ini harganya dua kali lipat dari harga keyboard Armaggeddon MKA-9C yang direview sebelumnya. Jadi buat kebanyakan orang, ini ga bisa dibilang ekonomis juga sih.

Sama kayak Armaggeddon MKA-9C, Corsair Strafe ini dikemas minimalis. Bahkan lebih minimalis dari packing Armaggeddon MKA-9C. Ga ada foam padding dan enclosure. Tapi disisi lainnya ini justru bikin ukuran box nya kecil dan gampang dibawa-bawa pake tas kresek. Mengingat box Armaggeddon itu guede banget ampe tas kresek standar aja ga muat.

Di segi dokumentasi juga, Corsair Strafe cuma nyertain beberapa lembar manual booklet dengan penjelasan sederhana. Tapi ya ini seenggaknya jauh lebih baik dari pada manual Armaggeddon MKA-9C yang cuma satu lembar doang :D

Cherry MX

Cherry MX “noisy” Blue Switch

Kalo Armaggeddon MKA-9C itu pake switch keluaran Kailh, Corsair pake Cherry MX.

Baik MKA-9C dan Strafe sama-sama pakai blue switch. Cuma beda di manufacturer, dan casing switch nya, karena MKA-9C itu pakai switch dengan casing clear, sementara Strafe casing hitam.

Karena ga pakai switch clear, maka penempatan LED harus di mounting standard nya, beda dengan swith clear yang LED nya bisa ditaruh di bawah switch (atau tetep di mountingnya).

Cherry MX Blue

Cherry MX Blue

Penempatan LED ini pengaruh banget dengan distribusi cahaya ke key cap dan sekitarnya. Switch clear yang dipake MKA-9C lebih baik dalam persebaran cahaya, semua bagian huruf dan simbol keliatan terang.

Tapi dikasus Strafe, bagian yang keliatan terang adalah bagian huruf atau simbol yang atas. Sedangkan simbol atau huruf dibawahnya lebih redup. Karena masalah ini, maka penempatan huruf/angka dan simbol yang diakses dengan tombol Shift dibalik.

Biasanya, simbol ada dibagian atas, sedangkan huruf/angka ada dibagian bawah. Tapi karena bagian atas lebih terang maka huruf/angka harus ditempatin di atas biar jelas.

Corsair Strafe

Simbol yg dibawah kurang terang kalo brightness LED ga max. Tapi perlu diketahui, gambar ini diambil dengan F-Stop  dan Shutter Speed yang tinggi untuk menghindari pendaran cahaya. Aslinya intensitas cahaya LED lebih terang dari ini.

Terus gimana feel nya pas ngetik.
Well, gue pribadi ngerasa bump-nya agak sedikit solid ketimbang MKA-9C. Sebagai programmer, gue ngetik bisa lebih dari ratusan ribu baris code, jadi kenyamanan dalam mengetik itu penting, sama pentingnya pas main game.
Yang agak menggangu di gue pribadi adalah, suara key nya yang “CLACK! CLACK! CLAK!”, nggak “crispy clicky”, jadi serasa ngetik dengan jari yang full power.

Tapi ya ini mungkin cuma buat gue sih, karena tiap orang feelingnya beda-beda.

Corsair Straffe Chery MX Blue Switch

Kalo aja ada yang LED warna hijau, pasti dah jadi keyboard favorit gue. Sayangnya, harga Razer Blackwidow kelewat OP.

Plug n Play.
Sama kayak Armaggeddon MKA-9C, Corsair Strafe ini juga plug & play alias colok ke port USB langsung pake. Ga perlu install driver dan software. LED juga langsung aktif. Tapi pilihan pre-setting animasi LED harus tetep disetting di software, jadinya mungkin ini bisa dibilang kelemahannya.

Kabel juga bisa dibilang guede, ini bisa dibilang kelebihan juga kekurangan disaat yang sama. Banyak yang suka dengan kabel berdiameter gede karena lebih kuat, tapi juga banyak yang benci dengan kabel ini karena susah di atur,  ga lentur, dan jelek, apalagi kabel nya permanen, ga bisa dicopot dari keyboard.

 

Corsair Straffe

Side LED, cakep

Dari segi bentuk.
Dimensi dari Strafe jauh lebih kecil ketimbang MKA-9C meski sama-sama full size. Itu karena Strafe ga dikasih palm rest, dan MKA-9C palm rest nya menyatu dengan panel bawah keyboard.

Dari segi material.
Strafe pakai casing plastik, tapi jangan salah, keyboard ini berat. Jadi kemungkinan di dalam casingnya ada mouunting dari logam buat switch Cherry MX nya.

Dari segi desain.
Desain Strafe sederhana dan ga berusaha wah! atau ngasih kesan hi-tech futuristik. Permukaan casing di kasih efek sand blast (bertekstur kayak amplas halus) dengan finishing matte.

corsair strafe

Chrome Plated Brand with Sand Blasted feel on the panel.

Corsair Straffe

Beautiful design. If only this keyboard using aluminum for the top panel…

Switch juga di mouting ke panel yang terpisah, panel ini ada dibawah casing, dilapisin lembaran warna merah. Desain ini bisa bikin persebaran cahaya dibawah keycap lebih keliatan solid dan bagus. Meski kalo dipakai ditempat yang gampang berdebu, bakalan susah dibersihin kalo ga ngebuka panel atasnya.

Kabel pakai USB dengan dua jalur, satu buat keyboard, satunya lagi buat extension atau istilah nya pass through. jadi kalian bisa colok periperal yang pake USB di keyboard kalian, ga harus di CPU.

Corsair Strafe Cherry MX Blue

Port USB untuk keyboard dan USB pass, biar bisa colok periperal USB ke keyboard ketimbang ke CPU.

Corsair Straffe

Win Lock button

 

Premium
Jujur aja, sekarang ini dah banyak keyboard mekanik yang harganya ga sampe 1 juta, bahkan dibawah 500 ribu rupiah.
Dan keyboard ini ga bisa dibilang murah kalo dibandingin dengan keyboard lain.

Tapi, bicara mengenai brand, kita bicara harga premium.

Mungkin, production costnya ga beda jauh dengan keyboard dari brand yang ga terkenal lainnya. Harga premium yang kalian bayarkan ini memang buat mengcover biaya R & D, alias Research and Development, atau kalo di Indonesianisasikan jadi “Litbang”.

Yang bikin beda dengan perusahaan kecil dengan perusahaan besar adalah, proses R & D butuh biaya yang ga sedikit. Dan itu harus dihitung hati-hati, sedangkan perusahaan kecil menukar waktu dan jasa dengan biaya R & D, sehingga mereka ga terlalu terbebani.

Bahkan banyak perusahaan kecil atau perusahaan besar tapi ada divisi rintisan yang sekedar rebranding dari desain yang sudah ada. Dengan begini, biaya R & D bisa dibilang nol rupiah.

 

Should I buy this?
Ini mungkin adalah pertanyaan yang penting. Dengan harga 1.4 – 1.7 jutaan, apa keyboard ini worth the money?
Sekali lagi, jawabannya sangat-sangat subjektif. Gue pribadi ga cocok karena beberapa aspek dibawah ini:

1. Kabel tebal, kurang lentur. Karena gue pake laptop maka kabel yang berseliweran di lantai atau meja jadi mengganggu banget.

2. Suara “clack – clack” akibat desain mounting dan panelnya bener-bener ga cocok di kuping gue Armageddon MKA 9C dan Nimxo lebih mendingan suaranya.
Tapi, ya siapa juga sih beli keyboard gara-gara suara doang? :D

3. Kabel ga bisa dicopot. Selain tebal, karena ga bisa dicopot jadinya susah buat nyimpen ini keyboard (gue pengguna laptop ya, pengguna Desktop ga akan terpengaruh ama hal ini).

4. LED merah.
Well jujur aja, banyak yang beli keyboard mekanik gara-gara ada LED nya. Awalnya gue pikir warna merah ga masalah karena cuma butuh LED satu warna doang, tapi gue salah.
LED warna merah ternyata ga cocok ama mata gue. Asli sakit banget, yang cocok buat mata gue adalah LED warna hijau atau putih. Makanya gue tadi nyebut-nyebut Razer Black Widow.

 

Nah, kalo aspek yang gue sebut diatas ga ada masalah buat kalian, maka Keyboard ini rekomended buat kalian yang pengen keyboard premium tapi belom cukup kuat buat bayar keyboard RGB sialan yang kalian impian :D

 

 

 

 

Share This:






If you're interested on these product below, you may click the link.
Your purchase through these CD-Japan link will sprinkle some water to us in a very hot day and night.


Tagged on:             

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>