So, kita akan membahas mengenai dua hal sialan ini yang bikin orang dongkol gara-gara informasi misleading.
Pertama kita pahami dulu dengan cara simple, arti dari garansi, berdasarkan penjabaran dari Sheldon Cooper (dengan sedikit bumbu kecap):

“Produsen menjamin bahwa produknya bebas dari cacat produksi dan akan memperbaikinya kalau memang terjadi kerusakan akibat cacat produksi dalam kurun waktu yang dijanjikan. Karena hal ini, pengguna produk harus setuju untuk tidak menistai integritas produk tersebut.”

garansi

Garansi distributor?

Calon Pelanggan : “Gan, Kameranya garansi resmi atau garansi toko?”
Penjual : “Garansi resmi distributor, Bos”

Terus transaksi.

Beberapa bulan kemudian, itu barang rusak.

Dibawa ke service centernya, tapi garansi dinyatakan ga berlaku. Meski itu barang bener-bener terbukti secara sah dan meyakinkan kalo emang ada cacat produksi.

Si pemilik barang terpaksa harus bayar ongkos service dan spareparts di service centernya.

 

WTF is going on???
Yang terjadi adalah, barang itu bukan barang resmi yang dikeluarin oleh distributor resminya.

Woi, tunggu bentar coeg! Penjualnya bilang Garansi resmi distributor. Jadi dia boong?

Nggak.

Lho kok…?

Karena garansi resmi distributor dengan garansi distributor resmi adalah dua hal yang berbeda?

Anying, gue jadi bingung…. *_*

Sama, gue juga bingung. Nyaris aja ketipu ama itu statement sialan. Untungnya, gw tipe orang yang cenderung cari info banyak dulu sebelum beli-beli barang elektronik.

Give me enlightment, brah!

Barang elektronik import yang dijual di Indonesia masuk dengan banyak jalan dan juga oleh banyak pihak. Salah satu pihaknya adalah yang ditunjuk sebagai distributor resmi, dan pihak lainnya pihak reseller, distributornya distributor, dan… pihak non resmi.

Ga perlu khawatir kalo beli barang dari reseller asalkan barangnya berasal dari distributor resmi. Ataupun barang yang dijual distributor/agen, selama itu asalnya dari distributor resmi.

Tapi silahkan sport jantung kalo itu barang bukan berasal dari distributor resmi. Berdoalah pada Tuhan Y.M.E. kalo itu barang akan awet selalu.

Contoh kasus diatas adalah contoh pembeli yang ga nyadar kalo itu barang bukan berasal dari distributor resmi.

Penjualnya juga ga bohong, itu barang emang garansi resmi distributornya, tapi DISTRIBUTOR YANG MANA?
Waktu ngomongin garansi barang elektronik import, pastinya yang kepikiran adalah garansi toko dan garansi resmi. Nah, sayangnya kondisi di lapangan udah ga sesederhana itu sekarang -_-

Satu barang elektronik, bisa di import oleh lebih dari satu pihak.

Si distributor resmi yang udah ada deal dengan si pemilik produk, dan pihak lain. Mulai dari penyelundup buat Black Market, bawa sendiri perorangan, sampai ke distributor lain yang mengimport dengan cara dan usaha mereka sendiri.

garansi distributor resmi

Garansi Distributor Resmi

 

Salah satu keindahan di kolong langit ini adalah adanya peraturan anti monopoli. Dan kapitalisme (LOL)

Artinya, uang berbicara. Meski lu adalah distributor resmi dari CONAN, NOKIN, ULYMPOS, PANTEX, SUNY, PONOSANIC atau apalah, jangan berharap lu adalah satu-satunya orang yang bisa nyebarin itu barang laknat (gue sebut laknat karena gue keracunan dan akhirnya jadi demen jeprat-jepret :D) ke daratan Indonesia.

Akhirnya, munculah istilah Garansi Distributor, atau Garansi resmi Distributor.

Sayangnya ga nyebutin Distributor yang mana.

Karena masalah ini, penjual yang paham betul masalah ini, dan barangnya emang dari distributor resminya langsung ngeganti klausanya dengan “Garansi Dota Script“, “Garansi PT. Aneka Kolor“, “Garansi ICCO“, “Garansi Ponosanic Gebol” atau apalah, pokoknya ada sebutan nama Distributor resminya.

 

Gara-gara masalah ini juga, kita juga musti tau siapa yang jadi distributornya kalo mo beli barang elektronik. Ini bahkan suka dijadiin alasan buat penjual ngeles dari komplain dan klaim. Bahkan nimbulin mind set yang salah, kalau pembeli wajib tau dulu mana yang garansi distributor resmi dan mana yang yang garansi resmi distributor.

Dan hal macem begini dibiarin jadi rahasia umum begitu aja. Akibatnya malah jadi standarisasi buat ga nyebutin informasi barang secara jelas dan eksplisit.

Sayangnya, ini Indonesia. Coba kalo amrik, penjual ga nyebutin dengan jelas dan sejelas-jelasnya, bakalan abis bisnisnya.

 

Temen gue sendiri udah dua kali (sepengetahuan gue) kena masalah yang berhubungan dengan garansi dan distributor.

Yang pertama, dia beli ponsel merek WI yang ada garansinya. Tapi ternyata bukan garansi distributor resminya di Indonesia. Tapi garansi distributor lain yg ga termasuk dalam daftar distributor WI.

Dan yang kedua adalah pas beli ponsel SUSA JETPONG 2, penjual jelas-jelas ngomong ini barang dari distributor resmi nya. Tapi pas selesai gesek CC, baru dibilangin kalo ini bukan dari distributor resminya. Mereka minta tambahan kalo buat barang yg distributor resmi… DAFUG !

TIPS:

 

  1. Mengingat produk import bisa di import oleh banyak pihak, terutama produk elektronik.Pastiin barang itu datang dari distributor resminya (atau mungkin bisa disebut agen/distributor pemegang merk). Tentunya kalo kalian emang mau beli barang bergaransi yang bener.
  2. Tanya dengan pasti, dari distributor mana barangnya berasal. Pastikan penjual menyebut nama. Karena ini bakal jadi luar biasa keterlaluan kalau penjual sampe ga tau nama distributor barang yang dijual.
  3. Anggaplah kalian ga tau nama distributornya, pastikan/dapetin konfirmasi kalau distributor yang disebut si penjual adalah distributor resmi dari barang yang mau kalian beli. “XYZ ini distributor resminya di Indonesia kan Gan?” Kalo jawabnya iya, berarti bener barang resmi bergaransi :)
  4. Biasanya sales counter yg belom pengalaman ga hapal semua nama distributor. Kalo kalian liat ada sedikit keraguan dari si sales, langsung minta konfirmasi ke yang punya toko/manager/sales senior mereka.
  5. Jangan buang bon pembelian dan struk transaksi kartu debit/kredit.
    Banyak distributor pakai aturan dobel-dobel. Kartu garansi harus lengkap dan juga ada bon pembelian plus cap dan tanda tangan toko (anjrit ribet).Kartu garansi kalian kadang ada tanggal expire. Ini bukannya kalo dah expired barang ga ada garansi meski masih baru, tapi ini adalah masa berlaku kartu garansinya. Kalo expire, penjual harus kontak ke distributor buat dapetin kartu garansi baru.
  6. Tapi kalo expired dan barang kejual, maka service center ngeliat masa garansi berdasarkan bon dan struk transaksi (makanya jangan dibuang).
    Meski begitu, tetap tanyakan masalah ini ke penjual buat konfirmasi agar paham aturan garansi. Karena dulu, ada distributor ponsel yang bikin aturan kalo tanggal di kartu garansi expired dan barang belom laku, maka kalo lewat tanggal expired dan barang akhirnya laku, itu barang ga masuk garansi.
garansi

Garansi Resmi

Share This:






If you're interested on these product below, you may click the link.
Your purchase through these CD-Japan link will sprinkle some water to us in a very hot day and night.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>