Modern Culture Japan + Indonesia, and otaku hobby related stuff
Header image

 

Photo Session @ Taman Bunga Nusantara P.2

Posted by Pus2Meong in Event | Indonesia Language | Uncategorized

All right then, let’s do the Photo Session.

Gue beli Madoka Maiko ver. seharga retail. GSC bener-bener nampol muka orang-orang yang sudah PO dengan harga premium karena hal ini.

Madoka Maiko ver.

Madoka Maiko ver.

Karena mayoritas waktu kita habiskan di Taman Jepang, maka kebanyakan foto ya ada didaerah sini-sini juga. Sebenarnya Taman Bunga Nusantara itu luas banget, dan rasanya pengen balik lagi kesana setidaknya satu kali lagi buat menjelajahi lokasi-lokasi yang belom sempat di jadikan tempat fotografi.

Madoka Maiko ver.

Madoka Maiko ver.

Jembatan kayu ditengah kolam kecil ditempat ini adalah lokasi yang cocok banget buat Nendoroid dengan baju tradisional Jepang. Tapi harap diketahui, lantai kayunya berongga, jadi hati-hatilah karena kalau sampai teledor, parts kecil bisa jatuh kedalam dan nyemplung ke kolam.

Madoka over exposure

Madoka over exposure

Karena waktu kita sampai di Taman Bunga Nusantara memang siang bolong dan matahari terik banget. Makanya foto diatas bisa jadi gambaran kayak apa panasnya.

Karena itulah, ISO kamera dipakai yang paling rendah dan Shutternya di bikin lebih cepat agar ga over exposure kayak foto diatas.

Madoka Maiko ver.

Madoka Maiko ver.

Madoka Maiko ver.

Madoka Maiko ver.

Gue ngabisin waktu di jembatan kayu ini sementara yang lainnya sudah pindah ketempat lain.

Di belakang Madoka, ada gazebo yang sebenarnya bisa dipakai buat tempat istirahat dan juga adalah spot fotografi yang bagus. So, let’s go there.

Miku Hatsune

Miku Hatsune

Nendoroid Miku Hatsune diatas adalah Nendoroid kedua gue, Nendoroid ini juga versi paling awal dirilis. Sebelumnya sempat mengalami patah leher, tapi untungnya mbah dukun bisa ngurut dan ngebetulin patahannya.

Dan, karena Nendoroid bisa digonta-ganti parts, maka kita coba resep yang ini. Miku Maiko ver.

Miku Maiko ver.

Miku Maiko ver.

Miku Maiko ver.

Miku Maiko ver.

 

Kebetulan, didekat gazebo ada pancuran air kecil. So gue kepikiran buat bikin scene Miku diguyur air.

Untuk trik ini, gue mau kalau percikan butiran air kelihatan jelas. Jadi ada beberapa pengaturan yang wajib dilakukan sebelum melakukan shooting.

 Pertama, buka Apperture/Diafragma selebar mungkin (nilai F mengecil). Gunanya adalah agar cahaya lebih banyak masuk dan mengenai sensor kamera.

Kedua, gunakan ISO tinggi. Misalnya 800 atau 1000 disiang bolong. ISO tinggi akan lebih peka lagi menangkap cahaya.

Ketiga, karena Apperture yang melebar dan ISO yang tinggi maka ini akan membuat foto menjadi sangat over exposure alias kelebihan cahaya. Untuk mengatasi hal ini, maka shutter kamera harus disetting lebih cepat dari biasanya. Nah, untuk yang ini, kalian harus melakukan experimen di kecepatan berapa agar foto tidak terlihat kelewat terang alias over exposure.

Miku on Water Ball

Miku on Water Ball

Miku on Water Ball

Miku on Water Ball

Karena pergerakan air yang mengalir di pancuran sangat cepat, terutama percikannya. Maka kita harus bisa mengimbangi kecepatan pergerakan air tersebut.

Kamera dengan ISO rendah tidak akan mampu menangkap butiran air yang jatuh dengan cepat. Hasilnya gambar air akan menjadi blur. Karena alasan inilah, ISO tinggi digunakan, dan juga bukaan Aperture/Diafragma diperlebar agar sumber cahaya semakin banyak masuk ke sensor yang kepekaan cahayanya tinggi.

Sensor dengan kepekaan cahaya tinggi, ditambah Aperture yang lebar mampu menangkap butiran air yang jatuh dengan cepat, tapi ini hanya sekejap karena jika terlalu lama maka sensor akan terlalu banyak menerima cahaya dan membuat foto menjadi putih.

Dan untuk mencegah ini, Shutter kamera harus di percepat, untuk mencegah sensor terlalu banyak menerima cahaya tapi disaat yang sama masih ada cukup waktu untuk menangkap kecepatan butiran air yang jatuh.

Nendonesia Admin

Nendonesia Admin

 

Tsunderoid Saber Lily pun ikutan jadi model di sini.

Saber Lily Maiko ver.

Saber Lily Maiko ver.

Saber Lily Maiko ver.

Saber Lily Maiko ver. + Dead Master

Saber Lily Maiko ver.

Saber Lily Maiko ver.

Saber Maiko ver.

Saber Maiko ver.

 

Daaaaaan kita kembali ke Madoka. Maklum lah, anak baru. Jadi disayang-sayang, hahahaha.

Memposekan Madoka dengan posisi begini tanpa standing rod, berangin juga, itu bener bener susah buanget. Beberapa kali Madoka ngejomplang.

Madoka with Parasol

Madoka with Parasol

Madoka with Parasol

Madoka with Parasol

Madoka with Parasol

Madoka with Parasol

Kalo udah begini, bener-bener bikin gregetan

Kalo udah begini, bener-bener bikin gregetan

 

Madoka with Parasol

Madoka with Parasol

Madoka with Parasol

Madoka with Parasol

 

Kalau kalian penasaran, gimana sih barang bawaan kami, terutama Nendoroidnya. Nah silahkan lihat sendiri barang bawaan kami. Kita membawa Nendoroid dengan kotak perkakas yang ada sekatnya. Sedangkan gue sendiri pake box makanan (pas mau jalan dan pulang kerumah disangkain tukang kue segala -_-)

Admin dan box Nendoroidnya

Admin dan box Nendoroidnya

Admin dan box Nendoroidnya

Admin dan box Nendoroidnya

Jangan jatuh! Jangan jatuh! Jangan jatuh! Jangan jatuh!

Jangan jatuh! Jangan jatuh! Jangan jatuh! Jangan jatuh!

 

Setelah itu, kita keluar dari Taman Jepang buat menjelajahi lokasi lainnya. Tapi entah kenapa,  kok ada yang kelupaan yah….

'Wait, nya! You forgot about me, nya!"

'Wait, nya! You forgot about me, nya!"

"Don't leave me, nya!"

"Don't leave me, nya!"

Oke, sekarang kita ketempat lain.

Foto Pre Wedding

Foto Pre Wedding

Melihat mereka, ngingetin gue mengenai perkataan yang kurang nyaman dari si penjaga gerbang. Gue jadi berpikir, apa mereka ini masuk dengan membawa semua peralatan dan baju mereka diam-diam, atau memang sudah mendapat ijin dari pihak Taman Bunga Nusantara?

Karena sepertinya si penjaga Gerbang kelihatan nyebelin banget pas nyebutin masalah model, wedding, dan semacamnya.

Tapi masa bodoh deh, bukan urusan gue. Let’s move on.

Melanjutkan perjalanan di jalan menanjak

Melanjutkan perjalanan di jalan menanjak

Jalanan menanjak

Jalanan menanjak

 

Gazebo di kelilingi pohon

Gazebo di kelilingi pohon

Gazebo dikelilingi pohon

Gazebo dikelilingi pohon

Oke, gue rasa udah kelewat panjang post nya. Kasihan buat orang yang bandwidth nya lagi cekak. Jadi kita sambung di part 3. See you soon

 

 


 
 

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 You can leave a response, or trackback.

2 Responses



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>