KAI memperkenalkan kartu multi trip.

Pada dasarnya, kartu multi trip adalah kartu yang sama dengan kartu SUICA atau PASMO  (atau kartu lainnya) yang digunakan oleh Jaringan Kereta di Jepang.

COMMET card

COMMET card

Di Indonesia, kartu ini dikenal dengan nama COMMET, alias Commuter Electronic Ticketing.
Kartu ini adalah kartu prabayar untuk naik KRL, praktis dan ga perlu ngantri di loket tinggal Gate In di Stasiun keberangatan dan Gate Out saja di Stasiun tujuan.

Sama seperti kartu SUICA dan PASMO di Jepang, penumpang cukup tapping (GATE IN) pada Ticket Gate di Stasiun keberangkatan, dan kemudian tapping lagi (GATE OUT) di Stasiun Tujuan.

SUICA Card di Ticket Gate KRL Jepang

Mobile SUICA Card di Ticket Gate KRL Jepang

Saldo minimum untuk melakukan perjalanan adalah 7000 Rupiah, ini kemungkinan dengan asumsi tarif terjauh KRL.

Jadi jika saldo dibawah 7000 rupiah maka Ticket Gate akan menolak karena ditakutkan stasiun tujuan si penumpang melebihi tarif yang tersisa di kartu COMMET.

Kalo di Jepang, ada yang namanya Fare Adjustment Machine. Alias mesin penyesuai tarif. Jika saldo kartu kita tidak cukup untuk GATE IN ataupun GATE OUT, maka kita bisa pergi ke mesin ini untuk membayar selisihnya. Cara pengoperasiannya sama dengan mesin ATM (garis besarnya).

Sedangkan di Indonesia, mesin ini belum ada. Bahkan untuk memperoleh kartu COMMET tetap harus ke loket dulu (juga untuk top up saldo). Sedangkan di Jepang, kita cukup ke mesin yang menyerupai ATM untuk membuat kartu baru ataupun melakukan top up.

Semoga, dikedepannya KAI akan menggunakan mesin ini juga. Jadi ga kalah dengan Jepang :)

Proses Gate In di Jepang

 

Karena KAI sekarang ini sudah memakai sistem tarif progressif, maka penumpang cukup membayar ongkos perjalanan sesuai dengan jumlah stasiun yang dilewati saja. Jadi tidak dihajar flat sama rata, tidak peduli jauh dekatnya.

Dengan tarif baru ini, penumpang bisa menghemat ongkos karena buat 5 stasiun pertama terkena 2000 Rupiah. Dan selanjutnya dikenakan tambahan 500 Rupiah untuk setiap 3 Stasiun yang kalian lewati.

Kartu COMMET bisa dibeli diloket seharga 50.000 Rupiah dengan saldo 30.000 Rupiah.

Berbeda dengan kartu untuk Ticket Gate Busway yang dikelola oleh Bank dan gratis biaya pembuatannya (kalo beli di halte Busway), kartu COMMET harus ditebus dengan biaya 20.000 Rupiah (Saldo awal 30.000 Rupiah, total adalah 50.000 untuk kepemilikan kartu perdananya).

Tapi gue udah bandingin, diluar semua error pada Ticket Gate nya (sejauh ini gue ga pernah dapetin error sih), respon Ticket Gate nya lebih cepat ketimbang Ticket Gate Busway. Mungkin saja karena satu Ticket Gate Busway digunakan untuk multi detection bagi Bank-Bank yang berbeda.

Desain kartu multi trip COMMET ini bisa dibilang stylist, lebih bagus ketimbang kartu single trip. Bahkan ada label hologram segala dibelakangnya yang bahkan jauh lebih bagus dari hologram E-KTP gue :D

COMMET Card

COMMET Card

Jadinya ga malu-maluin kalo di pamerin ke orang lain, hahahaha.

Dengan kartu Multi Trip ini, kita juga ga perlu ngantri di loket. Tinggal masukin ke dompet kalian dan tap aja ke Ticket Gate, beres.

Dan sering juga orang melongo ngeliat gue ngeluarin dompet dan tapping di Ticket Gate (kartu COMMET gue ada didalem dompet), itu adalah hiburan yang menyenangkan di tiap perjalanan :D

“Itu kok Mas tadi ga pakai kartu?”

Nyahahahaha…

Share This:






If you're interested on these product below, you may click the link.
Your purchase through these CD-Japan link will sprinkle some water to us in a very hot day and night.


Tagged on:                 

7 thoughts on “Kartu COMMET, kartu Multi Trip Kereta Rangkaian Listrik

  • April 8, 2014 at 2:16 pm
    Permalink

    Wah, keren kartunya bisa dipake kaya di jepang, bisa ditap di gate tanpa harus dikeluarin dari dompet.

    kenalan saya ada juga yang pakai komet, tapi tidak bisa tap kalau kartunya di dalam dompet.
    entah karena gate sedang error atau karena hal lainnya.

    Reply
    • April 9, 2014 at 10:17 am
      Permalink

      Tidak bisa di tap didalam dompet karena ada KTP dan kartu kredit/kartu ATM. Kartu-kartu itu juga ada chip RFID nya, jadi begitu dideketin di sensor ticket gate, sensor kebingungan karena ada sinyal lainnya yang terdeteksi.

      Sekarang ini saya taruh kartu saya di Pass Case semacam ini:
      To Aru Kagaku no Railgun Pass Case
      To Aru Kagaku no Railgun

      Reply
      • April 11, 2014 at 5:58 am
        Permalink

        Wah, terima kasih atas infonya.
        Baru ingat ektp sudah ada chip nya (kebetulan saya belum pakai ektp karena masalah pendistribusian)
        Bisa dicoba nih.
        (*^-^*)

        Reply
  • April 8, 2015 at 4:44 pm
    Permalink

    Kartu ini bisa untuk transjakarta kaaah?

    Reply
    • April 9, 2015 at 9:11 pm
      Permalink

      kartu ini khusus buat KRL saja. Tapi kalo kamu punya kartu macem FLAZZ BCA, itu bisa dipakai buat KRL dan Transjakarta

      Reply
  • August 16, 2015 at 6:56 pm
    Permalink

    kalo kartu flaz itu kan bsa di pke di busway, bsa di pke di krl jga nggak sih ?

    Reply
    • August 18, 2015 at 4:43 am
      Permalink

      Dua-dua nya bisa kok.
      Tapi kalau KRL, buat pertama kali pakai harus di tempel di mesin pembaca saldo nya dulu biar aktif. Kalo busway tinggal tap aja di ticket gate nya.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>